Seiring waktu yang berlalu semua pun berubah. Dalam menjalani hidup ini, manusia memiliki tiga fase tahap kehidupan. Yaitu fokus untuk melakukan sesuatu (to do), fokus untuk mengumpulkan sesuatu (To have) dan juga fokus untuk mencari makna hidup (to be). Tapi sayangnya, tidak semua orang mampu melewati ketiga proses tersebut.
Yang pertama to do.
Pada masa ini adalah pada manusia yang produkti. Giat berkerja dengan seribu alasan. Tapi banyak orang yang terlalu giat bekerja, membanting tulang namun tidak ada juga hasil yang lebih baik. Ini tentu sangat menyedikah bukan. Nah untuk fase inilah, saatnya kita bukan hanya melakukan. Tapi pastikan apa yang kita lakukan harus menghasilkan.
Fase kedua yaitu to have
Setelah berhasil melewati fase to do maka kita akan 'menghasilkan', To have. Tapi disini bukan berarti semua selesai. Justru tak jarang orang malah terjebak dalam mengumpulkn semua yang di hasilkan sebanyak banyakanya, tanpa bisa menikmatinya. Mata tertutup dengan menikmati dan lebih memillih untuk terus mencari. Karena kita tau kalau yang kita cari bisa kita temukan. Contoh simplenya, harta misalnya.
Secara Psikologis, fasi ini bukanlah hal yang buruk. Karena fase ini bisa menjadi pembuktian jadi diri kita sendiri. Bahwak ketika kita berhasil melakukan sesuatu maka kita akan menghasilkan. Namun, fase ini tetap harus kita lewati agar bisa lanjut ke fase berikutnya.
Tahap ke tiga, To be
Disini, orang sudah tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Ia akan berusaha untuk terus mengasah dirinya sendiri akan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pada tahap inilah, kita bisa menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang di miliki tapi dari apa yang bisa kita berikan pada orang lain.
Sekilas sederahana bukan. Namun seperti yang admin katakan sebelumnya, tidak semua orang bisa melewati setiap tahapannya. Tak jarang orang hanya akan berhenti di tahap to do. Hanya tau melakukan, terus bekerja tapi tidak menghasilkan. Atau ada juga orang yang bisa melewatinya dan lanjut ke tahap kedua. Tau yang di lakukan di bisa menghasilkan, tapi tidak tau untuk menikmatinya. Ya itulah hidup..
Yang pertama to do.
Pada masa ini adalah pada manusia yang produkti. Giat berkerja dengan seribu alasan. Tapi banyak orang yang terlalu giat bekerja, membanting tulang namun tidak ada juga hasil yang lebih baik. Ini tentu sangat menyedikah bukan. Nah untuk fase inilah, saatnya kita bukan hanya melakukan. Tapi pastikan apa yang kita lakukan harus menghasilkan.
Fase kedua yaitu to have
Setelah berhasil melewati fase to do maka kita akan 'menghasilkan', To have. Tapi disini bukan berarti semua selesai. Justru tak jarang orang malah terjebak dalam mengumpulkn semua yang di hasilkan sebanyak banyakanya, tanpa bisa menikmatinya. Mata tertutup dengan menikmati dan lebih memillih untuk terus mencari. Karena kita tau kalau yang kita cari bisa kita temukan. Contoh simplenya, harta misalnya.
Secara Psikologis, fasi ini bukanlah hal yang buruk. Karena fase ini bisa menjadi pembuktian jadi diri kita sendiri. Bahwak ketika kita berhasil melakukan sesuatu maka kita akan menghasilkan. Namun, fase ini tetap harus kita lewati agar bisa lanjut ke fase berikutnya.
Tahap ke tiga, To be
Disini, orang sudah tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Ia akan berusaha untuk terus mengasah dirinya sendiri akan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pada tahap inilah, kita bisa menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang di miliki tapi dari apa yang bisa kita berikan pada orang lain.
Sekilas sederahana bukan. Namun seperti yang admin katakan sebelumnya, tidak semua orang bisa melewati setiap tahapannya. Tak jarang orang hanya akan berhenti di tahap to do. Hanya tau melakukan, terus bekerja tapi tidak menghasilkan. Atau ada juga orang yang bisa melewatinya dan lanjut ke tahap kedua. Tau yang di lakukan di bisa menghasilkan, tapi tidak tau untuk menikmatinya. Ya itulah hidup..